-->

Arneyz_Home

Arni's Gallery

You're the one and only, so do the best :)
Person's behavior will reflect his personality, think before you act

Rabu, 07 Oktober 2015

"Kita Sendiri yang Harus Menciptakan Kenyamanan"

 Saya seorang guru yang tadinya mengajar di sebuah SD yang cukup dekat dari rumah. Bisa dibilang, tempat saya mengajar terletak di suatu desa yang cukup ramai dan dekat dengan pusat kota. Selama setahun disana, saya merasa nyaman. Rekan-rekan guru dan Kepala Sekolah saling bersinergi, menghormati, dan menghargai satu sama lain. Ya, layaknya keluarga yang harmonis. Hehehee..
Bagaimana dengan siswanya?
Siswa-siswa disana hampir sama seperti siswa di SD lain. Ketika sang guru mampu menjadi pemimpin kelas dengan baik, maka akan tercipta kondisi kelas yang kondusif. Saya banyak belajar dari para rekan guru senior, bahkan tidak jarang pula berdiskusi dengan beliau-beliau yang tentunya lebih berpengalaman.
Pada suatu hari, tibalah saatnya saya harus berpisah dan ditempatkan di SD lain nan jauh di ujung sana *ekspresi sedikit lebay sambil menunjuk gunung yang terlihat biru * tetapi masih dalam satu kabupaten. Ahh, sedih sekali rasanya. Tapi kewajiban itu harus dilaksanakan.
Memang benar ungkapan yang berbunyi "Lain ladang, lain ilalang". Setiap sekolah mempunyai ciri khas tersendiri yang tentunya berbeda dengan sekolah lain. Mmm, sebenarnya yang namanya sekolah ya sama semua sih. Sekolah adalah sebuah tempat untuk siswa belajar dan di sana terdapat guru yang mendampingi, membimbing, dan mendidik mereka. Yang berbeda dari setiap sekolah adalah bagaimana kepribadian para warga sekolahnya.
Saya ditempatkan di sebuah sekolah yang jauuuuuuuuuuuhhhh sekali dari keramaian kota. Terletak di sebuah dusun kecil yang berbatasan dengan kabupaten lain, berada di bawah kaki gunung, berhawa dingin, dan untuk menjangkaunya dibutuhkan perjuangan panjang melewati jalanan berbatu nan menanjak. Tikungan yang curam, tebing-tebing yang tinggi dan beberapa ada yang longsor. Bahkan, antara dusun tersebut dengan balai desa saja berjarak sekitar 7 km dan harus melewati jalan kabupaten lain. Itu baru jarak dusun dengan balai desa, jarak antara dusun dengan kecamatan tentunya lebih dari itu. Yang paling wah, di sini tidak ada sinyal hp. Saya harus turun beberapa rumah untuk mendapatkan sinyal.
Ketika pertama kali sampai di sini, saya teringat keinginan saat masih menjadi mahasiswa. "Kalau sudah lulus nanti, aku ingin mengajar di daerah terpencil luar Jawa. Ya, daerah 3T, daerah terluar, terdepan, dan tertinggal". Ternyata, olalaaa .. Di kabupaten sendiri pun masih ada daerah seperti ini. Bukan sesuatu yang mengherankan, jika ada guru yang bercerita bahwa dulu ada guru baru yang ditempatkan disini dan beliau langsung menangis di kantor. Yang lebih wah lagi, ternyata saya adalah guru wanita pertama yang ditempatkan disini. Sebelumnya, selalu saja guru pria yang ditempatkan disini.
Di sekolah yang baru ini saya bertemu dengan orang-orang baru yang tidak saya kenal sebelumnya. Oleh karena itu, saya harus kenalan dulu, hehehee.
Sampai hari ini, saya sudah bertugas di sekolah ini kurang lebih selama 7 bulan. Masih buanyaaak sekali yang harus saya pelajari, walaupun saya mulai banyak mengerti bagaimana keadaan di sini. Pastinya, antara warga sekolah yang satu dengan yang lain itu mempunyai sifat, karakteristik, dan perilaku yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana cara menyikapinya?
Yang jelas, yang harus kita ingat adalah: anak kembar yang identik saja jalan pikirannya tidak mungkin akan selalu sama (mungkin terkadang sama, tapi tak jarang pula berbeda). Apalagi ketika kita berhadapan dengan beberapa orang, yang harus kita temui hampir setiap hari. Bukan hal yang mustahil jika suatu saat kita akan berbeda pendapat atau berbeda pemikiran dengan mereka. Apalagi jika terkadang membandingkan antara kondisi sebelumnya dan kondisi sekarang. (Membandingkan saja, tidak menyesali loh yaa )
Begitu pula dengan saya. Karena saya belum banyak pengalaman dan masih sedikit jam terbangnya *pinjam istilah pilot*, pantaslah kiranya saya harus lebih banyak belajar memahami karakteristik orang lain. Bahkan, terkadang terlintas pikiran "Kok bisa begini ya?" atau "Beda banget dengan yang dulu". Dan ternyata, inilah tugas saya. Bagaimanapun caranya, saya harus bisa menciptakan kenyamanan di manapun saya berada. Ketika saya menemui banyak hal yang tidak sesuai dengan pemikiran saya, inilah tantangan yang harus dihadapi. 
Kalau diminta jujur, saya sendiri belum menemukan cara bagaimana menciptakan suanana nyaman di sini. Masih harus mencoba berbagai cara. Dan saya harus mengakui, proses adaptasi dengan lingkungan baru itu tidak selalu sama berapa lama waktunya. Oke, ini artinya saya harus semangat dan selalu berusaha melakukan yang terbaik. Saya yakin, semua akan indah pada saatnya dan sekarang tinggal bagaimana cara saya menikmati apa yang ada di depan mata.
^_^



Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 00.07 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 20 April 2015

Doaku Malam Ini



Sesekali aku merasakan iri
Iri kepada teman yang lain
Ketika mereka sedang merasakan keindahan dan kenikmatan hasil jerih payahnya
Aku pun demikian, hanya keadaannya saja yang berbeda

Sesekali aku merasakan iri
Iri dengan kebahagiaan mereka
Mereka bisa bercanda tawa dengan keluarga yang baru
Sedangkan aku ?

Sesekali aku merasa iri
Iri melihat kebersamaan dan keakraban yang terjalin
Suasana kehangatan dan kedamaian yang mengelilinginya
Sedangkan suasana yang aku rasakan disini?

Sesekali aku pun berpikir
Apakah nanti aku bisa merasakan hal yang sama seperti mereka ?
Berharap suasana panas ini cepat berlalu dengan baik
Berharap perasaanku segera membaik setelah ini

Ku pikir aku akan baik-baik saja di tengah kondisi ini
Tapi, justru rasanya semakin sakit
Sementara aku harus bertahan di antara perbedaan-perbedaan yang semakin menyeruak
Haruskah semangat  dan kinerjaku semakin menurun ?

Tidak!
Aku harus membuang semua perasaan iri ini
Apa yang aku alami disini justru harus menjadi penyemangatku
Disini, aku berdiri dengan membawa kepercayaan dari banyak pihak

Ibuku tak pernah mengajariku untuk mengeluh
Ayahku selalu membuatku berpikir dewasa
Adik-adikku harus memiliki sosok kakak yang kuat
Dan suamiku, selalu berada disampingku

Ya Allah,
Ampuni aku yang terkadang mempunyai perasaan iri
Tak seharusnya aku begini
Karena ku yakin,  Engkau akan memberiku jalan yang terbaik

Ya Allah,
Aku akan tetap melangkah maju
Menunggu semua harapanku satu per satu menjadi nyata
Menunggu akhir sebuah cerita yang indah

Ya Allah,
Aku sangat berharap akan petunjuk-Mu
Satukanlah, kuatkanlah, damaikanlah
Berilah rasa kasih sayang di antara kami

Ya Allah,
Jadikanlah aku yang baru
Aku yang bisa menerima semua kenyataan yang terjadi
Aku yang mampu menjalankan tugas di pundakku dengan sebaik-baiknya

Ya Allah,
Ketika airmata ini ku teteskan
Bukan karena aku menyesal,
Tapi karena aku sangat merindukan suasana hangat dan harmonis
Seperti yang aku rasakan sebelum ini

Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 06.25 1 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 14 April 2015

RINDU

Ini cerita tentang sebuah rindu
Rindu yang menggebu
Rindu dengan suasana syahdu
Rindu dengan keluarga SDN Pekiringan 01

Ini cerita tentang sebuah cinta
Rasa cinta yang tercipta
Di antara aku dan mereka
Dan kini, aku merindukannya

Ini cerita tentang sebuah harapan
Harapan yang semoga menjadi kenyataan
Mimpi yang ingin aku wujudkan
Kembali berada di antara kalian

Semoga suatu saat akan kembali bersama
Bersama merajut asa
Menjalin kembali sebuah cerita
Dengan aku yang berbeda

Aku rindu keluarga disana
Semoga keluargaku baik-baik saja
Dan suatu saat bisa kembali berjumpa
Salam rinduku untuk semua
Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 05.58 1 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 11 Oktober 2014

Catatan Hari Minggu

Pernahkah kamu ngrasa jenuh?
Jenuh dengan kegiatanmu sehari-hari
Pengen ada suatu hal baru yang bisa kamu lakuin
Tapi bingung, hal baru apa yah?

Saranku sih, mendingan tidur aja
Selain otak kamu akan di-refresh, badan juga bakal di-charge
Apalagi kalo pas tidur dapet mimpinya yang asik-asik
Wahh... Bangun-bangun langsung semangat deh

Tapi gimana ya kalo mimpinya justru yang gak bagus
Gak oke punya dan gak pengen bikin bangun
Ya udah, tidur lagi aja dan berdoa semoga mimpinya diganti

Kata orang, "hidup itu jangan dibuat susah, bro!"
(Inget, kalimat ini cuma berlaku buat yang namanya Bro, hehee)
Tapi kalo dipikir sambil muter-muter lapangan 7 keliling,bener juga

Contoh:
Orang yang punya utang dan belum bisa ngembaliin
Tuh utang jangan cuma dipikirin terus, ntar malah tambah susah
Santai aja yang penting tetep kerja bro,
nyari duit biar bisa mbayar utang, beres kan? :)
Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 22.20 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 04 Oktober 2014

Ternyata Mereka Memperhatikan

Semakin bertambah hari, semakin bertambah pula pengalaman kita. Ya, itu pasti karena setiap hari akan selalu ada peristiwa-peristiwa yang dilalui. Entah itu peristiwa yang menyenangkan, menyebalkan, mengesankan, ataupun yang menyedihkan.

Sejak tahun ajaran baru, aku ditempatkan sebagai guru kelas di kelas IV SD yang siswa-siswinya bisa dikategorikan masih pasif. Saat menerangkan pelajaran, suasana kelas hening. Mereka mendengarkan pelajaran yang kusampaikan. Tetapi entah mengapa, kalau aku memberikan umpan balik ataupun bertanya pada mereka, jarang ada siswa yang mau menjawab langsung. Harus ku tunjuk, baru mereka menjawab pertanyaanku.

Tapi jangan salah, diam-diam mereka sangat memperhatikan apa yang ku sampaikan. Mereka mampu menyaring informasi yang mereka terima dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Just share, pengalamanku beberapa hari kemarin di kelas.

Kadang kita memang tidak bisa mengendalikan kata-kata apa yang harus diucapkan saat berada di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Reflek dan mengalir begitu saja. Ketika mereka sedang asyik mencatat materi, seorang siswa datang menghampiriku. Namanya Intan, dia memang anak yang pintar dan bisa berpikir kritis. Dia berkata padaku, "Bu, maaf tadi Ibu mengatakan kata 'kalo'. Bukankah kata 'kalo' itu termasuk kata tidak baku ya, Bu?". Deg, aku pun menyadari kesalahanku. Ternyata dia termasuk salah satu siswa yang menyimak dengan baik saat aku menerangkan tentang kata baku dan kata tidak baku pada mereka tepatnya seminggu sebelumnya. Bangga sekali, dia berani mengingatkan ketika gurunya salah dalam memilih kata-kata.

Aku pun baru menyadari kesalahanku dan segera mengucapkan terima kasih pada Intan. Ya, bukan suatu kesalahan ketika ada siswa yang mengingatkan gurunya. Bukankah guru juga bisa salah? :)
Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 01.43 1 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 25 September 2013

ANAK SUSAH KONSENTRASI ??? TEMUKAN PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA

Kemarin, saya dapat tugas bulanan untuk membuat sebuah buletin mini yang di dalamnya juga terdapat artikel tentang anak. Sesuai dengan yang sering saya alami, ketika sedang mendampingi anak (read: siswa, karena saya belum punya anak :D) belajar ada kalanya konsentrasi belajar dia berkurang. Karena penasaran dan ingin tahu penyebab serta cara mengatasinya, saya pun membaca beberapa artikel di media online. Nah, inilah ringkasan dari artikel yang saya baca:


Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.
Anak sulit konsentrasi merupakan sebuah masalah umum yang banyak terjadi pada jutaan anak di seluruh dunia. Kesulitan konsentrasi artinya bila tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Jadi, dalam melakukan suatu pekerjaan, dia tidak bisa menyelesaikannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi, baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya. Banyak anak yang sangat sulit menemukan konsentrasi terbaik dalam belajar maupun dalam melakukan sesuatu pekerjaan.
Sebelum mencari solusi, terlebih dahulu harus dilihat dan diselidiki apa penyebab anak sulit berkonsentrasi. Ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan berkonsentrasi, yaitu: 

1. Faktor eksternal, ada dua hal yang bisa mempengaruhi, antara lain:
-  Lingkungan
Untuk faktor lingkungan, misalnya, anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya pun diabaikan. Berarti lingkungan mempengaruhi konsentrasinya.
- Pola pengasuhan yang permissive yaitu pengasuhan yang sifatnya menerima atau membolehkan apa saja yang anak lakukan. Sehingga anak kurang dilatih untuk menyelesaikan suatu tugas sampai selesai dan jika ia mengalami kesulitan orang tua bisa membantunya sehingga ia mampu menyelesaikannya tidak dibiarkan saja anak beralih melakukan sesuatu yang lain.
2. Faktor psikologis
Faktor psikologis anak juga bisa mempengaruhi konsentrasi anak. Anak yang mengalami tekanan, ketika mengerjakan sesuatu ia bisa menjadi tidak konsentrasi sehingga tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh yang berbeda, misalnya “suasana di sekolah yang berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget, karena mempunyai teman yang lebih berani, sehingga ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran menjadi berkurang. Jadi, karena faktor psikologis anak yang disebabkan karena kurangnya kemampuan bersosialisasi bisa membuat anak menjadi kurang berkonsentrasi di sekolah.
3.  Faktor internal
Faktor internal adalah faktor dari dalam diri sendiri. Dapat terjadi karena adanya gangguan perkembangan otak dan hormon yang dihasilkan lebih banyak sehingga anak cenderung menjadi hiperaktif. Jika anak lamban/lambat disebabkan karena hormon yang dihasilkan oleh neurotransmitter-nya kurang sehingga bisa mengakibatkan lambannya konsentrasi.

Konsentrasi atau perhatian biasanya berada di otak daerah frontal (depan) dan parientalis (samping). Gangguan di daerah ini bisa menyebabkan kurang atensi atau perhatian. Jadi, karena sistem di otak dalam memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan, pendengaran, motorik, dan lainnya, di seluruh jaringan otak itu terganggu, maka anak tidak dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya, stimulasinya pun tidak bagus, Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan bisa didapat misalnya karena terkena infeksi otak.

Karena itulah penyebab sulitnya berkonsentrasi harus dicari terlebih dahulu apakah karena faktor eksternal atau internal. Apabila penyebabnya karena faktor lingkungan, orang tua dapat membantu anak untuk meminimalkan lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau memusatkan perhatiannya. Biasanya kalau sudah memasuki usia sekolah, di mana rentang konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah kecuali jika anak memang mempunyai kelainan. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan konsentrasi yang lebih disebabkan karena faktor dari dalam dirinya seperti hiperaktif, terapi yang diberikan adalah secara medik/obat dan terapi perilaku. Umumnya kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya berkurang. Sedangkan untuk konsentrasi lambat diterapi untuk meningkatkan konsentrasinya.

Tetapi, Anda tetap bisa menyembuhkan keadaan anak yang kurang tersebut. Anda bisa mengembangkan fokus dan konsentrasi dengan beragam latihan yang sangat berguna. Berikut adalah beberapa tips mengatasi anak susah konsentrasi:

1.  Temukan alasannya
Anda dapat mencatat setiap momen atau saat dimana anak kehilangan konsentrasinya. Mungkin dalam beberapa catatan, Anda menyaksikan anak menurunkan konsentrasinya karena diganggu oleh acara TV, game favorit, dan beragam hal lain. Amati dengan teliti, dan Anda akan mendapatkan alasan mengapa anak hilang konsentrasi. Cara ini membuat penanganan selanjutnya akan lebih mudah.
2.  Berikan suasana terbaik
Mungkin anak susah konsentrasi karena terganggu kebisingan suara TV, atau aktivitas teman-temannya. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk membuat kondisi rumah yang tenang ketika anak melakukan sesuatu. Ciptakan suasana terbaik dengan mematikan TV, dan kemudian duduk bersama anak untuk menemaninya belajar.
3. Berikan pujian
Pujilah anak Anda ketika ia berhasil berkonsentrasi dalam periode waktu yang cukup lama. Anda mungkin harus menghindari melakukan kritikan kepada anak, dan berikan dukungan kepada mereka secara terus-menerus. Ketika Anda melihat anak melayang ke dunia mereka, maka berikanlah sugesti yang lembut agar anak berada kembali di konsentrasi aktivitas nyatanya.
4. Hadiah itu penting
Selain pujian, Anda juga disarankan untuk memberikan hadiah kepada anak. Cara ini amat baik dilakukan ketika anak mengalami peningkatan secara terus-menerus mengenai konsentrasinya. Anda bisa memberikan mereka es krim, mainan, atau cokelat.
5.  Berikan waktu untuk menyalurkan hobi anak
Anak susah konsentrasi bisa jadi merupakan isyarat kalau mereka lebih menyukai kegiatan lain daripada melaksanakan kegiatan yang sedang Anda perintahkan. Oleh karena itu, berikanlah mereka pengertian bahwa ada waktu untuk melakukan hobi, dan saat ini mereka harus melaksanakan instruksi yang sedang Anda perintahkan.

Itulah beberapa tips mengatasi anak susah konsentrasi. Semoga bermanfaat. :)

Sumber:
http://tipsanak.com/1528/tips-ampuh-mengatasi-anak-susah-konsentrasi/ 
http://paudanakceria.wordpress.com/2011/02/21/kurangnya-daya-konsentrasi-anak-bagaimana-cara-mengatasinya/#comment-728 

Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 09.14 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 22 September 2013

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Kali ini saya akan membahas sedikit tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan anak-anak luar biasa atau mengalami kelainan dalam konteks pendidikan. Anak Berkebutuhan Khusus tersebut memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya yang membedakan mereka dari anak-anak normal pada umumnya serta mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sehingga untuk mengembangkan potensinya dibutuhkan pendidikan dan pengajaran khusus.
ABK dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok:
1.         Anak Berkelainan Fisik
a.    Tunanetra, yaitu seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan/tidak berfungsinya indera penglihatan
b.    Tunarungu, yaitu seseorang yang mengalami hambatan atau keterbatasan dalam merespon bunyi-bunyi yang ada di sekitarnya karena tidak berfungsinya organ pendengaran atau telinga seseorang.
c.    Tunadaksa, yaitu adalah seseorang yang mengalami kelainan fisik, atau cacat tubuh, yang mencakup kelainan anggota tubuh maupun yang mengalami kelainan gerak dan kelumpuhan dan sering disebut Cerebral Palsy (CP).
2.         Anak Berkelainan Mental Emosional
a.    Tunagrahita, yaitu seseorang yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata sedemikian rupa sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus. Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah lemah pikiran, terbelakang mental, bodoh, dungu, pandir, cacat mental, gangguan intelektual, dan sebagainya.
b.  Tunalaras, yaitu seseorang yang mengalami gangguan perilaku yang ditunjukkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun dalam lingkungan sosialnya. Pada hakikatnya, anak-anak tunalaras memiliki kemampuan intelektual yang normal, atau tidak berada di bawah rata-rata. Kelainan lebih banyak terjadi pada perilaku sosialnya.
3.         Anak Berkelainan Akademik
a.    Anak berbakat, yaitu anak yang mengalami kelainan intelektual di atas rata-rata. Berkenaan dengan kemampuan intelektual ini, Cony Semiawan (1997:24) mengemukakan bahwa diperkirakan satu persen dari populasi total penduduk Indonesia yang rentangan IQ sekitar 137 ke atas, merupakan manusia berbakat tinggi (highly gifted), sedangkan mereka yang rentangannya berkisar 120-137 yaitu yang mencakup rentangan sepuluh persen di bawah yang satu persen itu disebut moderatelly gift. Mereka semua memiliki talen akademik (academic talented) atau keberbakatan intelektual.
b.    Anak berkesulitan belajar, merupakan salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional. Learning disability merupakan suatu istilah yang mewadahi berbagai jenis kesulitan yang dialami anak terutama yang berkaitan dengan masalah akademis.
Anak berkebutuhan khusus terutama anak yang memiliki keterbatasan di bawah anak-anak normal sebaiknya jangan dikucilkan atau direndahkan, karena pada dasarnya mereka juga memiliki sisi psikologis yang peka terhadap perasaan. Perlu ada perhatian khusus baik dari orang tua, guru, dan masyarakat terhadap mereka termasuk dalam hal pendidikan.
Ada beberapa dasar penyelenggaraan pendidikan bagi ABK, diantaranya UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1 yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. Dalam UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang penyandang cacat disebutkan bahwa “setiap penyandang cacat mempunyai hak yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan”. Tentunya dalam aspek-aspek tersebut mencakup pula aspek pendidikan yang menjadi kebutuhan semua orang.
Terkait dengan peluang untuk memperoleh pendidikan, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional dalam pasal 5 ayat 1 disebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pada pasal 5 ayat 2 disebutkan bahwa warga Negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Penjelasan tentang pendidikan khusus ini disebutkan pada pasal 32 ayat 1, pendidikan merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelaianan fisik, emosional, mental, sosial, dan atau memiliki potensi kecerdasan. Meskipun demikian pada pasal 51 dijelaskan bahwa anak penyandang cacat fisik dan atau mental diberikan kesempatan bersama dalam aksebilitas dalam memperoleh pendidikan biasa. Pasal ini memberi peluang pada anak yang penyandang cacat fisik (anak kebutuhan khusus) untuk memilih mengikuti pendidikan khusus sebagaimana disebutkan pada pasal 5 ayat 2 atau mengikuti pendidikan sebagaiman anak-anak yang biasa (tidak cacat).
Layanan pendidikan bagi ABK pada umumnya diselenggarakan di Sekolah Luar Biasa. Dalam memberikan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus, guru harus memberikan perhatian yang lebih intensif dibandingkan dengan anak normal hal lni dikarenakan anak berkebutuhan khusus perasaannya lebih sensitif dan dalam berkomunikasi perlu mendapatkan perlakuan khusus. Selain itu yang paling utama bahwa anak kebutuhan khusus mengalami keterbatasan yang membutuhkan bantuan dari orang lain untuk dapat mengembangkan kemampuannya.
Pelayanan pendidikan bagi ABK berbeda antara satu siswa dengan yang lain karena seperti yang kita ketahui kemampuan anak-anak ABK memang berbeda-beda seperti anak-anak normal apalagi ditambah dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus yang sangat terbatas. Tetapi dengan semua kekurangan yang dimiliki, anak-anak ini masih mempunyai banyak kelebihan walaupun tidak di bidang akademik, kelebihan yang dimiliki biasanya itu di bidang olahraga dan seni. Mereka seperti sudah diberi kelebihan atau bakat dari Tuhan. Untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki, inilah tugas dari seorang guru untuk mendidik dan mengeksplorasi serta mengarahkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anak. :)

 
Dari berbagai sumber

Yang ngetik Arni Nur Alfiati pukul 04.52 1 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
[close]

One Last Cry [Brian McKnight]

Brian Mcknight - One Last Cry by user9181928

Arsip Blog

  • ►  2012 (6)
    • ►  Maret (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2013 (3)
    • ►  September (3)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Oktober (2)
  • ▼  2015 (3)
    • ►  April (2)
    • ▼  Oktober (1)
      • "Kita Sendiri yang Harus Menciptakan Kenyamanan"

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Arni Nur Alfiati
Bismillahirrahmanirrahiim . . . ketika mulai menulis disini, dalam hati saya berkata semoga ini bisa bermanfaat untuk saya dan orang lain . . .
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Tema Perjalanan. Gambar tema oleh blue_baron. Diberdayakan oleh Blogger.